Menghadapi Banjir AjaH’

BanjirBanjir lagi…banjir lagi dan topic kita masih seputar banjir, apalagi menjelang tahun baru Imlek dimana semua umat Tionghoa merayakannya dengan turunnya hujan yang sangat deras berkah ditahun baru menurut mereka.

Sebagian dari kita pasti kurang menyukai dengan curah hujan yang akhir-akhir ini sangat tinggi khususnya menjelang Imlek dan juga dibulan februari ini, karena ramalan cuaca mengatakan “ di bulan februari curah hujan cukup tinggi.” Dan banjir yang sewaktu-waktu siap melanda, tidak terbayangkan bukan? kerepotan dan kesibukan yang pastinya kita alami jika menghadapi banjir.

fenomena alam saat ini memang sedang merata bukan hanya di Jakarta saja tetapi sudah hampir diseluruh pulau Jawa juga kebagian banjir, wach sungguh teramat memprihatinkan yach? Sedih rasanya dimana-mana banjir.

Belum lagi dengan lokasi perumahan yang rawan, seperti dekat dengan sungai atau berlokasi lebih rendah dari tanah di sekitar, ini memang berpotensi mendapatkan serangan banjir bila terjadi hujan yang sangat lebat selama seharian.

Beberapa warga perumahan segera melakukan koordinasi untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mereka berpendapat bahwa lokasi perumahan yang dihuni sebetulnya bebas banjir, sebab sungai yang ada tidak berhubungan dengan sungai besar yang sering mendapat air kiriman.

Terjadinya banjir akibat dari air hujan yang sangat lebat dan turun dalam waktu yang panjang. Lalu kondisi lingkungan tidak mendukung seperti sungai yang dipenuhi sampah, atau banyaknya saluran got yang ditutup secara permanent. Bisa juga karena ditimbunnya danau-danau alam atau rawa yang sebelumnya berfungsi sebagai penampung air buangan.

Ini ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh warga dalam menghindari banjir :

  • Membuat tanggul yang tinggi di sepanjang sungai yang melintasi perumahan tersebut. Sekalipun air nantinya akan meluap dari daerah di sekitar perumahan, tapi dengan adanya tanggul tersebut air yang datang tidak sebesar air yang langsung dari sungai.
  • Memeriksa penghalang sepanjang sungai, seperti membangun jembatan yang posisinya melengkung dibagian tengah. Jembatan model seperti ini bila terjadi banjir, bagian bawahnya akan lancar dilalui air sungai. Kalau jembatan yang posisinya luruh atau datar, maka saat banjir akan menjadi penghalang arus air dan akhirnya air akan meluap ke bagian samping.
  • Membersihkan sepanjang alur sungai dari kotoran sampah. Pada tiang jembatan yang tinggi, biasanya sampah tersangkut dikaki-kaki jembatan.
  • Membongkar bangunan yang posisinya menjorok ke arah alur sungai. Bangunan seperti ini biasanya dibuat oleh penghuni yang rumahnya berada di pinggir sungai. Demi mendapatkan ruangan yang lebih luas, penghuni berani melanggar peraturan dengan membuat bangunan menjorok ke sungai. Kalau saluran sungai menyempit, maka potensi arus yang kuat bisa muncul dan merusak dinding tanggul atau meluap.
  • Membersihkan danau alam yang ada dari sampah dan tidak melanjutkan penimbuhan pada danau tersebut.
  • Pada setiap tanah kosong atau bagian dari rumah, dibangun teras beton atau kayu yang permanent. Bagian ini fungsinya untuk mengungsikan barang-barang saat banjir datang.
  • Bila memiliki dana yang cukup, tidak ada salahnya untuk membangun rumah berlantai dua.
  • Selalu memperhatikan cuaca disaat musim hujan dengan membentuk satuan tugas seperti ronda yang melihat kondisi cuaca sepanjang
  • malam, kalau terjadi hujan tengah malam dan sangat deras, maka warga harus segera dibangunkan untuk berjaga-jaga.
  • Menyiapkan petugas yang selalu mengawasi kondisi tanggul sepanjang musim hujan.
  • Membangun saluran pembuangan besar untuk air yang memiliki pintu penutup. Saluran ini berguna sebagai pembuangan air ketika debit air hujan kecil. Dengan adanya penutup, bisa menahan air untuk kembali masuk ke perumahan ketika air sungai meluap.
  • Menyiapkan alat komunikasi seperti handy talky yang dipergunakan oleh petugas saat memantau sepanjang alur sungai.
  • So’ pada akhirnya semuanya tergantung kita sebagai warga yang baik agar tetap menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan. “

One Response

  1. widarta Says:

    Syukur ngak di daerah banjir.. hehe
    Siapin perahu aja non…
    kalo perlu kapal induk sekalian biar bisa angkut sejakarta =))

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.