SURAT UNTUK TUHAN
Umumnya orang berkomunikasi dengan Tuhan lewat cara berdoa, tetapi masyarakat di Yerusalem mempunyai cara yang berbeda. Mereka lebih suka menyampaikan permohonannya dengan mengirim surat kepada Tuhan.
Di Yerusalem, Tuhan memiliki kotak pos dan alamatnya sendiri. Ribuan orang di sana, tiap tahunnya selalu mengirimkan surat kepada Tuhan yang berisikan permohonan.
Mereka hanya perlu menuliskan permintaannya dan mengirimkannya dalam sebuah amplop yang bertuliskan : “To God, Jerusalem”.
Para petugas pos yang menerima surat itu mempunyai wewenang membuka amplop yang ditujukan untuk Tuhan. Mereka kemudian menggulung surat-surat berisi doa tersebut, sebelum memasukannya ke rekahan Tembok Ratapan (Wailing Wall) di Kota Suci Yerusalem. Tembok Ratapan atau dalam bahasa Ibrani disebut Kotel, merupakan tempat yang sangat disucikan oleh bangsa Yahudi.
Menurut Kepala kantor Pos, Avi Yaniv, petugasnya sering menerima surat yang ditujukan kepada Tuhan. Tapi karena tidak tahu harus mengirimkannya kemana, maka petugas pos memasukan surat-surat itu ke dalam Tembok Ratapan.
Meskipun banyak juga surat yang ditujukan kepada Yesus dan Bunda Maria. Namun Rabbi di Yerusalem menetapkan hanya surat yang ditujukan kepada Tuhan yang akan disampaikan.
Isi surat mereka bermacam-macam, ada yang yang memohon agar Ia memenangkan sebuah undian berhadiah, ada pula yang minta dijadikan seorang artis tenar di Hollywood. Dari ribuan surat yang mereka terima, umumnya memang berisi permintaan kepada Tuhan. Tetapi bulan lalu, petugas kantor pos dibuat terkesima dengan sebuah surat yang tidak berisi permintaan apapun. Surat itu hanya menuliskan ucapan terima kasih.
“Mereka meminta banyak hal kepada Tuhan. Tetapi bulan lalu saya menemukan sebuah surat dari seseorang yang tidak meminta apapun. Ia hanya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah memberinya seorang istri yang baik, rumah yang indah dan karier yang bagus,†ucap Avi Yaniv.
by : Conectique.com