Mungkin ini sedikit terlambat jika saya bercerita disini bagaimana waktu itu sebelum doi memutuskan untuk full heart menjalani business online begitu banyak pertimbangan. namun setelah memutuskan serta berdiskusi dengan saya akhirnya doi benar-benar melepaskan statusnya sebagai pegawai untuk 100% menjadi seorang entrepreneur.
Memang tidaklah mudah mengambil suatu keputusan apalagi bagi orang-orang yang sudah biasa bekerja dengan gaji yang tinggi serta mendapatkan kemudahan-kemudahan atau fasilitas yang sangat enak dikantor mereka yang sebelumnya dan tiba-tiba sekarang berkeinginan menjadi seorang usahawan.
Namun mengutip istilah dari Peter Drucker bahwa “ siapa saja dapat membuat keputusan, dapat belajar menjadi wirausahawan dan berlaku sebagai wirausahawan. Jadi, kewirausahaan lebih merupakan perilaku ketimbang perangai kepribadian.”
Dan ini sedikit masukan bagi semua orang yang saat ini ingin menentukan apakah tetap menjadi pegawai ataukah ingin menjadi usahawan.
HARUSKAH TETAP BEKERJA?
Walau tergoda untuk meloncat ke dalam bisnis baru dengan kedua kaki, banyak orang yang punya alasan untuk bergantung pada pekerjaan mereka sehari-hari, setidaknya untuk sementara waktu. Usaha baru Anda sangat mungkin ada kaitannya dengan kegiatan Anda dalam pekerjaan sekarang. Memelihara kelanjutannya akan membantu dalam beberapa hal.
Pertama dan yang terutama yaitu alasan arus kas (cash flow). Perusahaan Anda mungkin tidak cukup berdaya laba (Profitable) untuk membayar gaji Anda dalam waktu yang cepat. Makin lama, Anda akan menerima uang masuk dengan teratur, makin banyak waktu dan tenaga yang dapat diabadikan untuk memperbaiki produk dan mengembangkan pelanggan setia.
Berbarengan dengan gaji, tentu saja, adalah fasilitas-fasilitas lain yang seharusnya tidak boleh dianggap enteng. Ansuransi kesehatan adalah pengeluaran yang besar, sekalipun dengan anggapan bahwa Anda dapat beroleh kualifikasi tingkat perlindungan yang sama seperti yang Anda miliki. Bila kesehatan Anda kronis, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, Anda mungkin akan sulit mendapatkan perlindungan asuransi kesehatan. Lagi pula, membiarkan perusahaan Anda membayar pajak dan membayar setengah dari jaminan social Anda adalah suatu rahmat. Wirausahawan pemula sering dikagetkan dengan kewajiban membayar pajak pada tahun pertama sebagai perusahaan tersendiri.
Akhirnya, bisnis yang telah eksis seringkali menguatkan akar dalam industri yang ingin Anda masuki, yang dapat menghubungkan Anda dengan pelanggan, mitra, dan para pendukung potensial lainnya. Bagi banyak pengusaha kecil, terutama disektor jasa, pimpinan di tempat mereka bekerja mungkin akan menjadi klien yang pertama dan paling penting, atau bahkan mungkin sumber modal awal. Pekerjaan sehari-hari dapat dianggap sebagai kerja magang yang nilainya seperti ijasah pascasarjana. Sambil bekerja, Anda mungkin pula mampu mengambil manfaat dari berbagai program pelatihan yang dapat membantu Anda di kemudian hari: pendidikan professional, latihan computer, workshop sumber daya manusia, dan lain-lain.
Tidak ada alasan bahwa Anda tidak dapat memulai berbisnis sambil tetap bekerja pada orang lain. Namun, bila Anda memilih untuk berbuat demikian, jujurlah pada pimpinan. “ Anda harus membuat persetujuan dengan pimpinan Anda sekarang karena memulai berbisnis perlu waktu “
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang akan menguji semangat kewirausahaan Anda. Jangan cemas akan kecilnya nilai jawaban Anda. Saya tidak percaya bahwa ini merupakan perbedaan antara lulus atau gagal. Tapi pertanyaan ini dirancang untuk membantu menguji apakah Jiwa kewirausahaan cocok dengan watak Anda:
- Sanggupkah Anda menanggung waktu, energi, dan kecemasannya?
- Senangkah Anda membuat keputusan?
- Cepatkah Anda belajar kecakapan baru?
- Maukah Anda mengakui, dan menutupi kelemahan?
- Apakah menjual merupakan bakat Anda?
- Pernahkah Anda memulai bisnis sebelumnya?
- Sanggupkah Anda menanggung penolakan dan kesepian?
- Apakah Anda memiliki dukungan pribadi dan emosional untuk usaha Anda?
- Bisakah Anda memberi perintah?
- Maukah Anda menghadapi ketidakpastian?
- Yakinkah Anda atas apa yang hendak Anda lakukan?
- Siapkah Anda mengubah kehidupan Anda?
- Dan, bila Anda , menjawab tidak pada pertanyaan di atas itu, apakah Anda masih mau memulai usaha?
Disadur dari buku: “ the startup garden”
Tom Ehrenfeld
Nach akhir dari semua tips diatas adalah doi sudah membuktikan loch’ ketika mengambil keputusan untuk menjadi usahawan dan ternyata hasilnya cukup bagus kebetulan doi full heart di busses online.
Selanjutnya siapa mau mencoba? Tapi bukan sekedar coba-coba karena semua tindakkan, semua keputusan menentukan langkah selanjutnya atau future Anda.
February 3rd, 2008 at 4:46 am
~narik nafas panjang ….
” sabar…sabar…sabar…Jangan terlalu cepat panas bro’ “
February 6th, 2008 at 12:02 pm
Semangat…Semangat.
February 11th, 2008 at 9:33 pm
“I Dont Want AnyMore cheese” baca deh, mayan mengangkat semangat juga.
Cuma, ketika betul2 meninggalkan “keju” itu sudah cukupkah deposit “ku” atau kita. Itu yang menjadi persoalan. Keberanian sih is a must, tp kalau keberanian aja sih masih belum cukup.
Saya juga sempat menggebu saat awal2 dijejali “ceramah buku penggugah selera berbisnis”. Tapi saya kini mulai kehilangan arah.
Tolongggg.
waksss kok panjang jadinya.