Bagaimana Kalau Jakarta Banjir Seminggu? AjaH’

“ Penerbangan Kacau-Balau “

Ini adalah Jakarta ibukota tercinta kita, akibat hujan deras yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak kamis malam 31/1 sehingga mengganggu keselamatan penerbangan. Kondisi itu diperparah dengan terputusnya ruas tol Jakarta bandara Soekarno-Hatta hingga Sabtu pagi, sehingga banyak penumpang yang terjebak macet.

Banyak nya penerbangan yang tertunda, sebab, hingga sabtu pagi jalan tol masih ditutup. Sepanjang sabtu, total penerbangan Garuda Indonesia baik berangkat maupun tiba di Soekarno-Hatta mencapai 180 penerbangan.

Banjir

Pada jumat, 21 penerbangan Garuda terpaksa dialihkan kebandara lain, seperti Palembang dan Halim Perdanakusuma karena Bandara Soekarno-Hatta ditutup sejak pukul 10.13 wib

Banyaknya penumpang yang terlantar dan penerbangannya tertunda belasan jam. Akibat peristiwa itu, Garuda Indonesia memutuskan memberi kelonggaran kepada penumpang yang mengembalikan tiket tanpa dikenai biaya pembatalan.
“ Dan ini adalah cara yang sangat benar menurut saya. “

Justru tidak sebaliknya dengan Adam Air, untuk penerbangan sabtu dipastikan 50 penerbangan Adam Air dari Bandara Soekarno-Hatta akan tertunda, sementara itu sejumlah penumpang pesawat Adam Air ke berbagai tujuan protes ke maskapai penerbangan tersebut, karena tiket pesawat mereka yang harus digunakan dinyatakan hangus. Para penumpang tersebut adalah mereka yang terlambat tiba di Bandara Soekarno-Hatta karena terhalang banjir dan oleh karena kemacetan disepanjang jalan menuju Bandara. Staf Adam Air mengatakan tiket penumpang tersebut yang lama tidak berlaku lagi dan penumpang harus membeli tiket baru.

“ Ini sangat tidak adil bukankah banjir dan macet bukanlah kesalahan penumpang? “ Terkadang jika pesawat delay saja kita sebagai penumpangnya pun tidak dapat menuntut ataupun disetiap keterlambatan jadwal penerbangan penumpang juga tidak dapat menuntut apapun itu.

Segala ketidak puasan kita tidak dapat disampaikan dengan baik dan kalaupun kita protes sangat kecil sekali ditanggapi, banjir memang banyak meninggalkan kesedihan, kesusahan dan lagi-lagi masyarakat yang menderita kerugian. Bukan saja penerbangan yang kacau balau tetapi semua akses menuju kota dan dijalan-jalan menjadi sangat macet tentunya sangat merugikan semua kalangan masyarakat.

Bukan hanya itu saja teman saya yang sedari siang terjebak macet diterowongan cawang sungguh mengerikan ternyata kita mempunyai system air atau Drainase yang sangat buruk.

Drainase yang buruk bukan hanya disekitaran cawang tetapi di jalan Sudirman – Thamprin (ini adalah jalan kebanggaan rakyat Indonesia loch, karena wajah Jakarta sebagi ibu kota ada disepanjang jalan ini). juga di tempat lain seperti di Kwitang, Cempaka Putih, dan Sam Ratulangi sampai dengan Jakarta Pusat ke Jakarta Barat,.

Sungguh teramat menyedihkan, saya sendiri juga pernah terjebak banjir dikarenakan mobil saya parkir pas didepan lotus Jakarta Theater sehingga saya meninggalkan mobil hingga keesokan harinya karena sampai jam 3 pagi air belum juga surut,.
Emmmm,…Jakarta-Jakarta ibukota tercinta kita…!!!

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.