Kalie…ini, Pembahasaan saya masukkan dalam katagori renungan. itu karena saya berfikir sangat cocok, memang kita semua perlu merenungkan makna yang paling simple dari kata “makan”
kenapa? mengingat keprihatinan saya selama ini bagaimana banyak orang kurang menghargai makanan.
Semua ini berawal dari teman saya sendiri karena tergila-gilanya beliau akan diet.
Sehingga sering kali memesan makanan tetapi tidak pernah dihabiskan ataupun selalu menyisahkan makanan dipiringnya.
Dan mungkin bukan hanya teman saya yang melakukan hal tersebut, terlebih lagi keprihatinanku terhadap doi dan juga teman-temannya yang jika makan kelihatannya sangat lahap dan terburu-buru
seolah-olah makanan tersebut tidak di kunyah melainkan langsung ditelannya sehingga makanan yanga sangat banyak dipiringnya tersebut ludes atau bablas dalam sesat. Weleh…lehh…h
Dan apakah mereka semua tersebut berdoa sebelum makan? (emmm…mmm…hanya bisa menggelengkan kepala).

Di bawah ini adalah sebuah Refleksi, terutama buat teman-teman saya tersebut diatas juga tidak ketinggalan buat doi dengan harapan semoga membaca tulisan ini.
Yang pada akhirnya dapat lebih menghargai dan mengerti akan makna makan itu sendiri :
Sambil melamun seorang petani menyusuri jalan setapak di hutan. Tiba-tiba seekor harimau melompat dan mengaum dengan ganas di depan dia. Si petani terkulai lemas.
Ia berfikir : ” Mati aku dimakan harimau lapar ini. ” tetapi aneh, harimau itu tidak langsung menerkam. Sambil menelan air liur, harimau itu duduk,
lalu melipat kedua tangannya dan memejamkan tangannya. Petani yang ketakutan itu bertanya dengan heran : ” apa yang kamu perbuat? “. harimau itu menjawab :
” Saya berdoa sebelum makan “.
Kalau seekor harimau berdoa sebelum makan, apalagi kita. doa sebelum makan sudah membudaya. Orang cukup menundukkan kepala dan mengucapkan dua atau tiga kalimat,
maka bereslah doa itu. mudah sekali.
Betulkah itu mudah? sebenarnya tidak. bahkan mungkin doa makan adalah yang paling sulit, karena pengakuan bahwa makanan adalah pemberian Tuhan yang patut kita syukuri
mengandung banyak arti dan konsekuensi.
Pertama- Pengakuan itu berarti bahwa kita sadar apa tujuan makan. makan bukan tujuan untuk makan sekenyang-kenyangnya.
Tuhan memungkinkan kita makan demi kesehatan. tetapi, banyak orang justru karena makan menjadi tidak sehat, yaitu menjadi terlalu gemuk, darah tinggi, diabetes dan kolesterol naik
Berdoa sebelum makan berarti tau diri untuk makan sewajarnya.
Kedua- Pengakuan itu berarti sadar bahwa semua bahan makanan berasal dari bumi milik Tuhan.
Butir nasi dipiring kita mempunyai riwayat panjang selama sekian bulan : disemai, ditanam, dipelihara, dituai, ditumbuk, dan seterusnya oleh banyak tangan dan tenaga.
Sayuran dan lauk pauk adalah karya yang rumit dan menakjubkan dari tangan Pencipta, yang tidak dapat ditandingi manusia.
Secanggih-canggihnya kemajuan tekhnologi, manusia tidak mampu membuat sehelai daun kangkung sekali pun.
Berdoa sebelum makan berarti, menghargai makanan dan tidak menyia-nyiakannya, sehingga tidak ada yang terbuang.
Ketiga- Pengakuan itu berarti keprihatinan bahwa semua orang perlu makan. Tuhan menumbuhkan makanan untuk semua orang. tetapi, dalam hal ini terjadi banyak kepincangan.
Disatu piring ada begitu banyak makanan, sehingga tersisa dan terbuang, Padahal di piring yang lain makanan yang sedikitpun masih harus dibagi untuk sekian mulut.
Ada orang yang sakit perut karena makan yang terlalu sedikit. Sebuah kartun di Christian Aid memuat sebuah gambar batu nisan yang bersebelahan, masing-masing dengan
tulisan berpantun. di nisan yang satu tertulis: ” Here lies the body of Pete who died from growing too much wheat “. di nisan yang lain: ” Here lies the body of Acharia who died ‘cos Pete’s wheat wasn’t here “.
Berdoa sebelum makan berarti tahu berbagi.
Jadi berdoa sebelum makan yang tampaknya mudah ternyata sangat mengandung konsekuensi yang dalam. Justru di meja makan hati nurani kita patut terusik oleh firman yang mengatakan :
” Jika iman itu tidak di sertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati “ ( yakobus 2 : 17 ).
Di meja makan rasa syukur kepada Tuhan perlu diikuti rasa iba hati kepada makhluk-makhluk Tuhan yang lain, yang juga memerlukan makanan.
Di sini iba bukan berarti sekedar rasa kasihan, melainkan terutama rasa solider.
” bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan ; dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
Tanpa itu semua kita tidak lebih dari pada benda. “ -SOE HOK GIE- dalam bukunya-(catatan seorang demonstran).
Berdoa di meja makan menjadi tidak mudah kalau kita jujur dan bertanya kepada diri sendiri: apa arti makan ? dan apa arti hidup ?
sebab manakah yang sebenarnya kita lakukan : makan untuk hidup ? ataukah hidup untuk makan ?
- Meja makan menggugat rasa iba. tegakah kita makan begitu mahal di hotel bintang lima ?, Padahal uang sekali makan itu bisa menghidupi satu keluarga selama satu minggu?
Tegakah kita mengaku diri peduli rakyat, padahal kenyataannya rakyat semakin miskin, Sehingga makan tempe dan tahu pun mereka tidak sanggup? tegakah kita? -
Andar Ismail
Membaca semua diatas akankah pola pandang kita sekarang menjadi berubah?, Soal makan dan makanan ? emmmm…mmm.
Semua kembali pada hati nurani anda, makan untuk hidup? ataukah hidup untuk makan?
mau sehat? mau berumur panjang? mau menghargai makanan dan hidup?.
Aku berharap doi mulai dapat menikmati makanan dengan tidak makan terburu-buru atau secepat-cepatnya asal kenyang,.
Bingung juga kan kalau sudah naik 10kg ? emmm…mmm slowly darling, b’cause ILove You,.
February 19th, 2008 at 5:44 am
Duhh yayangku yang lg nyindir.. emmm..mm.. hehehhee… ya dehhh ini jg lg nyoba buat diet… kita balapan yach.. sapa yang lebih dulu kurus.. emmuach..
February 19th, 2008 at 6:05 am
” Itu Karena Aku Sangat Mengasihimu, Sayanggg… “
February 21st, 2008 at 4:28 am
semoga yg km tulis ttg org yg gak suka menghabiskan makanan d piring itu bukan aq kn….?hehehe btw aq mau balapan ma dexno tuch…
February 23rd, 2008 at 10:52 pm
hehe,saya sendiri kalo lagi makan ga pernah ngunyah. selalu nelen.tapi yang ini bukan karena apa2, itu cuma kebiasaan dari kecil aja.
ya semoga doinya, temen2nya termasuk saya sendiri bisa lebih menghargai yang namanya makanan.
July 31st, 2008 at 1:24 pm
that’s all right, makan untuk hidup not hidup untuk makan.
tq berkat artikel km aq jd bs lbh memperhitungkan makan. tapi saat dihadapanmu ada makanan yang lumayan banyak n semua orang yang disekelilingmu sudah kamu bagi tu makanan,apa yang kamu lakuin?
July 31st, 2008 at 2:43 pm
wach kalau begitu di bungkus ajah’
lah kan bisa juga kita bagi buat
embak-embak dirumah’ he…he…he..