Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Sebuah kalimat yg sangat sederhana dan bermakna sangat dalam’ namun sering kali didalam kenyataannya justru kita sering kali tersakiti oleh orang-orang yg sangat kita sayangi.
Bukan hanya sekali, dua kali, tiga kali bahkan lebih dari 10 kali setiap kebaikan tidak selalu terbalas kebaikan begitu juga dengan ketulusan tidak juga terbalas dengan ketulusan dan masih banyak hal jika kita mulai menghitung untung dan rugi didalam pertemanan ataupun persahabatan, karena memang seharusnya persahabatan harus selalu dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan tidak perduli sahabat tersebut pernah menyakiti hati kita ataupun sering kali mengecewakan kita, tetaplah aku menganggap dia adalah sahabatku, karena seperti firman-Nya berkata ” bagian ku (kita ) adalah mengampuni dan selebihnya pembalasan adalah milik Tuhan ”
So tidak lah mungkin aku membalas semua sakit hati ini dikarenakan seorang sahabat bagiku tetaplah sahabat.
Peace, enjoy my life”