Pernah kah Anda mengalami dilema pada detik-detik kelulusan di bangku sma dan timbullah segala macam pertanyaan di hati, seperti ” setelah sma mau melanjutkan kemana yach? ” ada yang sebenarnya malessssss banget kuliah, tapi, demi orang tua yachhh ‘kuliah ajah’ lah tohhh hampir semua teman-temanku lulus sma melanjutkan semua di bangku kuliahan.
Belum lagi mungkin juga karena university yang diidam-idamkan tidak dapat menerima kita, lahhh wong nilainya tidak memadai kok tetap mau di temapat kuliah yang bergengsi, uhhh…hhh mungkin juga karena ekonomi sehingga tidak mampu lagi melanjutkan di bangku kuliahan setelah sma, ataukah banyak sekali alasan-alasan untuk tidak ingin melanjutkan.
Dan ini lah yang akan kita bahas ‘jangan pernah Takut untuk tidak lagi mau melanjutkan kejenjang perguruan tinggi setelah lulus sma’, kenapa?, tetapi memilih bekerja saja.
sebagai bahan perbandingan :
TIDAK USAH KULIAH
@ yang menjadi alasan :
Memasuki bangku kuliahan berarti “Saya tidak tau apa yang Saya harus lakukan dalam hidup, jadi Saya akan kuliah”
Tahun-tahun kosong menguatkan hal ini.
Sejumlah orang cukup beruntung dapat mengetahui apa yang ingin mereka lakukan pada awal-awal kehidupan.
Sebagian besar orang mengalami kesulitan dalam memanfaatkan aset mereka untuk tujuan yang berguna.
Saya ikut prihatin dengan orang-orang ini. Situasi itu tidak mudah bagi mereka. namun kuliah di universitas tidak akan memecahkan masalah mereka.
Hal ini hanya dapat dipecahkan dengan pergi bekerja.

Gambar diatas adalah jika memilih sebagai mahasiswa universitas pada umur 23 th sepedalah yang baru kita dapatkan, pencapaian…!
BEKERJA SAJA
yang menjadi alasan :
Jika Anda mulai bekerja pada umur 18 tahun, Anda 5 tahun lebih dulu daripada orang yang baru mulai bekerja pada umur 23 tahun.
Pada umur 23 tahun, dengan pendidikan Anda, Anda akan masih menjadi junior di kantor.
Jika keputusan karier Anda salah ketika Anda masih muda, Anda dapat mengubah arah, tetapi pada umur 28 tahun, agak terlambat untuk menyadari bahwa Anda berada pada pekerjaan yang salah.
Jadi jangan kuliah kecuali subjek yang Anda pelajari melekat di hati.
Langsung bekerja sajalah dan lakukanlah pembelajaran Anda di sekolah kehidupan.

Gambar mobil diatas adalah jika sekolah kehidupan pada umur 23 tahun yang di dapatkan!!
wachhh perbedaannya so’ buat kalian yang masih ragu-ragu kuliah dan kalaupun kuliah tidak tau mau menjadi apa? tidak ada yang salah dengan memilih bekerja dan tidak kuliah.
Bagaimana mau mencoba? emmm…mmmm selamat mencoba AjaH’
@ TIDAK ADA YANG SALAH DARI SETIAP PILIHAN @
March 9th, 2008 at 3:26 am
kuliah penting gak penting. kalo gak ada kemauan percuma juga kuliah demi sebuah formalitas. saya paling kuat kuliah 3 bulan saja, di berbagai perguruan tinggi
tapi hasrat untuk lebih mandiri jauh lebih besar dari pada hasrat
bercintahendak sekolah tinggi.March 9th, 2008 at 3:51 am
Kuliah aja… sapa tau nti ketemu anak boz sebuah perusahaan.. trus temenan… dan nti sehabis kuliah ehh kita di ajakin kerja di perusahaanya dia.. jadi manager lagi.. trus beberapa taon.. bisa di angkat jadi CEO nya dia.. mimpi kali yee…
*celingak celinguk.. mimpinya sapa ya??
March 12th, 2008 at 4:27 pm
Ada yg nyarani gak kuliah. Ada yg nyaranin kuliah. Wah jadi bingung saya. Nanti kalao anak saya besar tak suruh gmn dong …?
Apa tak suruh milih dua-duanya ya, kuliah sambil kerja (tipikal Indonesia banget ya … kekekeke) gak berani ambil resiko. La wong saya aja kuliah kok dulu.
Trs yang nulis ini dulu kuliah gak ? Atau langsung kerja ?
March 13th, 2008 at 2:08 am
- mangkanya di pikir2 dulu lahhh
supaya ga salah pilih,..ok? -
kuliah ok, ga kuliah juga ok ‘
benar ga bro?