Sering kali aku selalu selisih paham dan beda pendapat dengan doi, dalam banyak hal kami sangat tidak cocok dan terkadang sudut pandang kita benar-benar beda dalam menyikapi sebuah masalah.
Apa lagi sifat doi yg tidak pernah mau dan tidak suka aku kritik, aneh memang jika aku yg mengkritik, doi sangat tidak suka dan sering kali marah menurut doi lebih suka jika orang lain yg mengkritik dia, dari pada aku. aneh kan ???
Dimana-mana juga seharusnya orang yg paling dekat dengan kita lah yg seharusnya memberikan komentar kepada kita supaya sebelum kita di persalahkan dan dikritik orang lain minimal kita sendiri sudah belajar untuk lebih baik.
Wach pokoknya doi aneh dech mudah marah dan tersinggung membuat aku ingin menyerah saja karena karakter kami berdua memang beda dan sangat jauh perbeda, meskipun doi sering kali menasehatiku dengan berkata “justru karena perbedaan itu lah kita harus saling mengisi satu dengan yg lainnyaâ€. Tapi menurutku ga gampang, dalam prakteknya doi malahan cepat sekali emosi dan meledak-ledak, uhhhh
Ini membuat aku tersadarkan bahwa sebenarnya selama ini kita hanya bisa mempelajari apa yg kita sukai saja dan ini adalah sebuah kekeliruan yg sangat besar, sebagai contoh seorang penyanyi yg berbakat mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan mendalami seni vocal tanpa jemu dan berbagai bentuk entertainment lain seperti musik, seni tari, teater bahkan lawak.
Sepertinya hal bakat dan seni demikian pula dengan ilmu pengetahuan.
kita merasa lebih giat dan lebih tekun untuk mempelajari apa yg menjadi minat dan bakat kita. Sehingga sering kita merasa malas dan bosan untuk hal-hal yg tidak kita disukai. apakah doi demikian juga ?? ahhh
Namun sebenarnya tidak lah harus demikian, justru kita bisa belajar banyak dari hal-hal yg kurang dan tidak kita sukai. Hal-hal apa sajakah itu ? kita kurang suka dikritik ini doi banget, kurang suka repot ini juga doi banget juga yg super cuek, kurang suka masalah doi yg diam tapi kalau lagi marah ihhhh serem. Kita tidak suka kegagalan, tidak suka ditipu, tidak suka direndahkan ini juga doi banget yg maunya selalu dihormati harga diri katanya’, tidak suka difitnah, tidak suka diabaikan, dan masih banyak hal “tidak suka†lainnya.
Mungkin sedikit beda dengan hoby dan bakat, namun respons dan sikap yg benar ketika menghadapi hal-hal yg tidak kita sukai membuat kita semakin dewasa seharusnya doi demikian juga. Menjadi lebih kaya dengan hikmat dan karakter yg unggul. Coba doi memahami arti dari semua ketidak enakkan dan ketidak nyamanan dari kritikanku padanya, itu semua agar berjalan dengan baik, paham ga sichh ???
Karena itu doi yg sulit menerima atau bahkan tidak tahan terhadap kritik, apa lagi respons yg timbul saat dikritik biasanya bersifat pembelaan atau pembenaran diri, mengapa doi berbuat demikian ? terkadang sebaliknya doi memang sangat pintar karena sering kali kritikanku menjadi senjata tuan buat ku sendiri dan seolah-olah disirimkan kewajahku, emmmm…uhhhh,.
Mungkin juga karena doi sedari kecil terbiasa takut dipersalahkan anak bungsu gitu loch, tidak ingin menjadi kambing hitam dan tumpuan kesalahan biasalah dimanja. Karena doi merasa dihakimi, ditolak aku banget, dan dikucilkan.
Seharusnya kita berdua memiliki sikap yg baik supaya kita sama-sama mampu menghadapi kritik secara positif dan benar. Karena kritik merupakan evaluasi dan peluang untuk menjadi lebih baik lagi.
Karena kehidupan merupakan suatu proses peningkatan dan pembelajaran. Tidak cukup hanya sekedar bertambahnya usia seperti senjatanya doi yg membandingkannya padaku. tapi bagaimana berjuang agar harkat dan hikmat kita pun tetap mengalami pertumbuhan.
Kritik merupakan evaluasi dan peluang untuk menjadi lebih baik lagi
Nach itu lah yg sebenarnya aku mau dari doi, yaitu kita berdua sama-sama belajar untuk hidup dengan bersikap lebih baik lagi, so’ga usah marah-marah dan selalu ga mau terima jika aku kritik demi kebaikan doi, dan janganlah bersifat posesif docg sayang!!! terutama padaku dan pada hubungan kita.
Perbedaan itu memang indah, namun dibutuhkan jiwa yg besar karena kecerdikan harus disertai dengan ketulusan agar menghasilkan kebijakan.
Supaya doi lebih bijaksana dan dewasa, ok? Sehingga janganlah kedewasaan diukur dengan usia, ga nyambung dech!!! Namun demikian tiap kesalahan pasti memiliki pintu kesempatan untuk memperbaikinya,.
Baiklah doi jangan lagi melakukan pembelaan jika aku kritik yachhh??? emmmm…mmmm
BOOK ” SUCCESS through CHARACTER ” by Jakoep Ezra