
ansuransi
Sampai sekarang asuransi masih merupakan perdebatan yang serius dikalangan orang percaya!
Articles diatas memang sudah lama, sering kali saya membaca berulang-ulang ditambah bulan ini ada 4 ansuransi saya yg jatuh tempo pembayarannya berbarengan.
semua nya ini mengingatkan saya pada 7 th yg lalu mungkin waktu itu saya termasuk orang yg pemikirannya sudah maju dalam hal asuransi dikarenakan sedari muda meskipun sekarang juga masih muda,he..he..he… angerap dechh muda terus’Â
 saya memang suka sekali menabung yg bentuknya asuransi karena saya sangat tau kelemahan saya yg boros sekali dan mudah sekali membeli barang-barang yg kurang berharga lapar mata jika shopping maunya semua dibeli akhirnya setiap bulan terima gaji habis begitu saja, belum lagi hobby saya travelling jalan-jalan kemana saja, ketempat tempat yg tentunya belum pernah saya kunjungi.
Asuransi pertama yg saya miliki adalah asuransi dana pensiun waktu itu pertimbangannya adalah dikarenakan saya kerja nya di swasta tentunya saya tidak akan mendapatkan dana pensiun jika kelak saya sudah tidak bekerja lagi. alangkah baiknya saya menabung meskipun itu dalam bentuk asuransi dan tidak terasa masa pembayaran asuransi saya yg ini tinggal 2 kali lagi atau 2 th lagi dan sesudah itu saya akan bebas premi dengan tidak membayar premi lagi tapi jiwa saya tetap di cover sampai usia saya 100th dan saya dapat merasakan manfaat asuransi tersebut diusia 55th (krn rata-rata org Indonesia pensiun di usia 55 th) sampai usia 100th andaikan saya masih hidup sampai usia 100th. hitung-hitung tetap saya mempunyai gaji meskipun saya sudah tidak bekerja lagi.
Bermula dari 1 polis asuransi sekarang saya sudah memiliki 8 polis asuransi yg terdiri dari asuransi kesehatan, sampai asuransi investasi/unit link bahasa keren nya saat ini, saya memang bukan agent asuransi dan saya sedang tidak mempromosikan asuransi apapun itu saya hanya ingin berbagi bagaimana saya merasakan manfaat dari mempunyai asuransi tersebut.
Meskipun waktu itu 7th yg lalu sewaktu saya membeli asuransi ada beberapa teman saya yg berpendapat, namanya Lina si alim yg rajin kegereja krn dia seorang pendoa syafaat digereja pernah menghakimi saya dengan berkata ” ikut asuransi dosa besar, sepertinya km tidak percaya dengan Tuhan saja yg sanggup memenuhi dan menyediakan semua kebutuhan kita ” (waktu itu dalam hati saya emangnya ansuransi itu identik dengan kematian? ) lain kata lina lain juga kata novi ” kita kan masih muda dan sangat muda untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk memenuhi cita-cita misalkan beli rumah, mobil (waktu itu loch emang belum punya-emang ga kebeli ..:) ) dan lain-lainnya saja belum sanggup untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan km kok malahan habiskan uang buat bayar asuransi yg belum tentu manfaatnya”
Emmmm…mmm jujur waktu itu aku sempat sedih juga kenapa teman-temanku dan mungkin juga kebanyakan pada umumnya orang Indonesia masih menganggap asuransi itu belumlah cukup penting.
Sedangkan menurutku jika aku yg masih muda dengan byk sekali keinginan dan boros tidak tau merencanakan keuangan jika hanya menabung di bank ditambah punya atm lagi emmmm sampai kapanpun juga uangku ga akan pernah terkumpul untuk membeli polis asuransi dan lainnya karena akan mudah mengambil uang dibank, melalui atm apa lagi bisa jadi setiap punya uang hanya numpang lewat sesaat.
Dan ini menurut pendapat saya pribadi sewaktu saya memutuskan untuk membeli asuransi :
- Tetapi asuransi secara tidak langsung mengajarkan saya untuk menabung secara disiplin dengan dipaksakan karena dananya tersebut tidak bisa sewaktu-waktu/ seenaknya saya ambil.
- Mumpung usia masih muda untuk membeli polis asuransi masih murah, karena premi asuransi ditetapkan berdasarkan usia tertanggung yg masuk.
- Manfaatnya yg bisa kita rasakan tanpa terduga salah satu contoh sewaktu saya 2 bulan lalu di malaysia dan ga sengaja sakit dan dirawat serta harus kontrol dan cek up bolak balik ke sana minimal dengan adanya ansuransi saya bisa menghemat biaya rumah sakit karena biaya ditanggung asuransi.
- Dan yg lagi ngetren sekarang ini adalah asuransi dalam bentuk investasi yg di mix dengan tabungan namun bunganya cukup untuk mengimbangi inflasi negeri kita dibandingkan dengan kita menabung dibank yg sudah tentu bunganya sangat kecil dan tidak bisa mengimbangi laju inflasi. bayangkan saja jika inflasi 8-10 % pertahun sedangakn suku bunga di bank hanya 5 % pertahun, emmm yg ada lama-lama kita taruh uang dibank nilai nominalnya semakin menurun.
- Apa lagi zaman sekarang semua sudah serba di asuransikan dari mobil, motor, rumah etc masakan diri sendiri tidak? emmm minimal doanya lah dari orang asuransi ( pastinya mereka akan berdoa supaya kita baik-baik saja, sehat selalu dan sehat supaya tetap bisa bayar premi itu keuntungan buat mereka dan rugi kan jika terlalu byk claim perusahan asuransinya ) he..he… untuk yg ini just kidding
Masih banyak yg saya rasakan dari manfaat memiliki asuransi serta siapa bilang harus kaya dulu baru punya asuransi atau jika semua kebutuhan sudah tercukupi baru sisanya bisa memikirkan untuk membeli asuransi, emmm sampai kapan? justru sedini mungkin memiliki asuransi sudah merupakan salah satu jaminan hidup dimasa yg akan datang. salah satunya bebas secara financial…:)
” Jika disiplin itu tidak datang dari diri sendiri, emmm siapa yg akan membantu ? ”



