May 21

Waktu yang dimiliki setiap orang adalah sama. Setiap manusia memiliki jumlah yang sama dalam jumlah jam dan menit setiap harinya.

Orang kaya tidak dapat membeli waktu lebih banyak. Ilmuwan tidak dapat membuat menit yang baru. Dan anda tidak dapat menabung waktu untuk digunakan kemudian hari.

Meski demikian, waktu itu sangat adil dan pemaaf. Tidak peduli seberapa banyak anda habiskan di masa lalu, anda masih memiliki seluruh hari esok.

Sukses tergantung bagaimana menggunakannya dengan bijak, dengan perencanaan dan menetapkan prioritas. Waktu lebih berharga daripada uang, dan menghabiskan waktu, sama dengan kita mengubur kesempatan kita sendiri untuk sukses.

…..dan aku akan mengubur masa lalu untuk menyambut masa depan yg penuh dengan pengharapan….:)

:) :)

Oct 3

Saat ini lagu ini lah yg sangat menginspirasi……………………………………………ku’

buat semua org yg aku sayangi….Never Give Up” :)

Jan 30

Celana Basah

Mari bersama saya melihat ruangan kelas tiga.

Ada seorang anak berumur sembilan tahun duduk di kursi nya dan tiba-tiba, ada genangan air diantara kakinya dan bagian depan dari celananya basah.

Dia berpikir jantungnya akan berhenti berdetak karena dia tidak dapat berpikir bagaimana ini bisa terjadi.

Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dan dia tahu ketika teman-temannya mengetahui hal ini dia tidak akan berhenti mendengar olok-olokan temannya.

Ketika teman perempuannya tahu, mereka tidak akan berbicara dengannya selama dia hidup.

Anak laki-laki itu percaya jantungnya akan berhenti berdetak. Dia menundukkan kepalanya dan berdoa, “Tuhan, ini sangat penting! Saya membutuhkan bantuan sekarang! Lima menit lagi saya akan mati.”

Dia menengadahkan kepalanya setelah berdoa dan dia melihat gurunya dengan pandangan matanya seolah-olah sudah mengetahui apa yang sudah terjadi. Ketika gurunya berjalan menuju dia, teman sekelasnya yang bernama Susie sedang membawa mangkok ikan mas yang penuh berisi air. Susie jatuh di depan gurunya dan dengan tidak dapat dijelaskan dia menjatuhkan mangkok air itu pada pangkuan anak laki-laki itu.

Anak laki-laki itu berpura-pura marah, tetapi dia berkata di dalam hatinya terus menerus, “Terima kasih Tuhan! Terima kasih, Tuhan!”

Sekarang secara tiba-tiba, selain menjadi obyek yang dipermalukan, anak laki-laki itu menjadi obyek simpati. Gurunya dengan segera turun ke bawah dan memberikan dia celana pendek olah raga untuk dipakainya sambil menunggu celananya kering. Anak-anak lainnya membantu membersihkan di sekeliling mejanya. Simpati itu luar biasa. Tetapi rasa malu yang seharusnya dia tanggung telah ditransfer ke orang lain – Susie.

Susie mencoba membantu, tetapi mereka berkata kepadanya untuk pergi. Kamu jangan membantu, kamu ceroboh!’

Akhirnya, pada saat pulang sekolah, ketika mereka menunggu bis, anak laki-laki itu berjalan ke Susie dan berbisik,

“Engkau melakukan itu dengan sengaja, kan?”

Susie berbisik, “Saya juga pernah membasahi celana-ku .’

Semoga Tuhan membantu kita untuk melihat kesempatan yang selalu ada disekeliling kita untuk melakukan kebaikan sekalipun kita sendiri harus rugi.



Dec 16

Surat dari Sahabat,
By : Arie

Anak-anakKU yang Terkasih,

Seperti yang kamu tahu, peringatan ulang tahunku semakin dekat. Setiap
tahun diadakan perayaan untuk menghormatiku dan aku kira tahun ini juga.

Menjelang perayaan, banyak orang berbelanja hadiah, pengumuman di radio
dan iklan TV. Dunia berkata bahwa perayaan semakin dekat dan semakin
dekat lagi.

Yang sangat membahagiakan adalah, paling tidak setahun sekali, beberapa
orang mengingat aku. Dan kita semua tahu bahwa perayaan itu sudah
dimulai bertahun-tahun lalu.

Awalnya orang-orang tampaknya mengerti dan bersyukur atas apa yang sudah
aku lakukan bagi mereka. Tetapi kemudian tak seorangpun mengerti dasar
diadakannya perayaan ini.

Sanak saudara dan handai taulan berkumpul. Pakaian, perhiasannya
alangkah elok. Mereka bergembira tanpa memahami arti perayaan itu
sendiri. Aku ingat tahun lalu, ada pesta besar demi menghormatiku. Meja
sarat aneka rupa makanan lezat – dari kue, coklat sampai buah-buahan.
Hiasan, pajangan semua mengagumkan. Bingkisan-bingkisan bertumpuk,
dibungkus kertas warna warni. Sangat indah.

Namun, ingin tahukah Saudara? Aku tidak diundang.

Aku seharusnya menjadi tamu kehormatan tetapi mereka lupa mengirimiku
undangan.

Pesta itu untuk aku tapi ketika saat bahagia itu tiba, mereka
meninggalkanku diluar, pintu ditutup didepan mataku…….. Aku ingin
bersama mereka, duduk bersama dimeja yang sama.

Sebenarnya ini tidaklah terlalu mengherankanku karena beberapa tahun
belakangan orang-orang mulai menutup pintu bagiku. Karena aku tidak
diundang maka aku memutuskan untuk diam-diam masuk dan duduk di pojok.

Mereka minum-minum, ada yang mabuk, ngobrol sana sini sambil tertawa
riang. Bahagianya mereka.

Untuk melengkapi kesukaan itu, datanglah seseorang besar gemuk

berpakaian merah dan berjenggot putih panjang. Ho..Ho..Ho!, serunya.
Sepertinya ia mabuk. Ia duduk di sofa lalu semua anak menyerbunya sambil
berteriak – Sinterklas…Sinterklas… seakan-akan perayaan itu untuk
menyambut dan menghormatinya!

Tengah malam semua orang mulai saling berpelukan. Aku membentangkan
tangan, menunggu ada yang memelukku. tahukan Saudara, tak seorangpun
menghampiri dan memelukku.

Lalu mereka bertukar hadiah. Mereka membukanya dengan suka cita, penuh
harapan. Ketika semua sudah terbuka, aku mulai mencari-cari kalau-kalau
ada satu untuk aku. Ternyata tak ada satupun.. Apakah yang kamu rasakan
ketika semua orang bertukar hadiah lalu kamu sendiri tidak mendapatkan?

Lalu aku sadar bahwa aku tidak dibutuhkan dalam pesta itu oleh karenanya
aku disisihkan.

Tahun demi tahun terjadi dan semakin menyedihkan. Orang-orang hanya
ingat hadiah, baju baru, pesta, makan dan minum. Dan tak seorangpun
ingat aku.

Aku demikian ingin dihari Natal ini anak-anakKU memperbolehkan aku masuk
dalam hidup mereka.

Aku ingin anak anakKU mengingat bahwa hampir 2000 tahun yang lalu aku
datang di dunia untuk memberikan hidupku bagi mereka, diatas kayu salib,
untuk menyelamatkan mereka.

Hari ini, aku semata-mata ingin anak-anakKU percaya sepenuh hati.

Yang ingin aku sampaikan adalah: karena begitu banyak yang tidak
mengundangku ke pesta maka aku akan membuat perayaan sendiri. Sebuah
pesta bertabur kemegahan yang belum pernah terbayangkan oleh siapapun -
perjamuan agung.

Saat ini aku sedang menyiapkan segalanya.

Hari ini aku menyebar undangan dan ada satu undangan untuk kamu. Betapa
aku ingin tahu minat kamu untuk datang.

Bila “ya” maka aku akan menyiapkan tempat serta menuliskan nama mu
dengan tinta emas di buku tamuku.

Hanya mereka yang namanya tercatat akan memperoleh tempat duduk layak.
Mereka yang tidak membalas undangan akan ditinggalkan diluar.

Bersiaplah sebab bila semua persiapanku telah selesai, kamu akan duduk
dalam perjamuan agungku.

*Bagikan kepada orang lain yang kamu cintai sebelum Natal tiba.

Sampai jumpa.

Aku mengasihimu.

Yesus

Sep 6

Pilih Mana: Kekayaan, Kesuksesan Atau Cinta?

Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang? Perempuan itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.

Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.

Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata laki-laki itu hampir bersamaan.”Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa heran.

Salah seorang laki-laki itu berkata, “Nama dia Kekayaan,”katanya sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.

Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di luar. Suaminya pun merasa heran. “Oh…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. “Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.

Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

-Sayang Pilih Yang Mana???-

Feb 29

bmw

Membaca buku nya Paul Arden seorang pakar berfikir kreatif kaliber internasional. karena terbiasa berfikir kreatif, maka Ia mempunyai prinsip ‘tak ada yang tidak mungkin’. Berikut ini adalah pemikiran tentang bagaimana caranya kita bisa meraih hal-hal yang kita sangka tidak mungkin kita dapatkan:

- Bercita-cita lah melebihi kemampuan Anda

- Jangan perdulikan batas kemampuan Anda

- Lakukanlah hal-hal yang menurut Anda tidak mampu Anda kerjakan

- Bila Anda berfikir Anda tidak bisa diterima bekerja di perusahaan terkemuka, jadikanlah itu cita-cita     Anda

- Bila Anda berfikir Anda tidak mampu memiliki perusahaan sendiri,jadikanlah    itu cita-cita Anda

- Milikilah Visi, dan susunlah langkah-langkah untuk membuat Visi itu menjadi   kenyataan.

Camkanlah : ” Tak Ada Yang Tak Mungkin ”

sebagai contoh sering kali kita kurang berusaha untuk mewujudkan impian kita hanya karena menurut pemikiran kita, kita hanyalah orang yang biasa-biasa saja. emmm..mmm apa yach maksudnya? so’ marilah kita bahas bersama-sama yukkkkkkkkkk…

Tapi sejarah membuktikan bahwa orang-orang biasa saja yang sering kali gagal seperti Benjamin Franklin dalam melayani negaranya dilakukan setelah usia 60 tahun, Thomas Alva Edison mulai usia 60 tahun bekerja keras selama 17 tahun untuk membangun kembali pabriknya  yang habis terbakar hingga percobaannya yang ribuan kali gagal namun akhirnya berhasil juga tanpa pantang manyerah ’siapa yang tidak tau penemu bola lampu ini?’, atau bahkan Tukul Arwanakembali ke laptop ” dapat mewujudkan impiannya hanya karena mereka bekerja keras dan tidak pernah menyerah.

mulai saat ini milikilah Prinsip ” TAK ADA YANG TAK MUNGKIN

@ IT’S NOT HOW GOOD YOU ARE, BUT IT’S HOW GOOD YOU WANT TO BE @