Buddha
Membaca buku ini sebenarnya sudah selesai kapan bulan dech’ meskipun awal membaca sempet rada ga’ yakin  dengan pemikiran bahwa Deepak Chopra bakal susah dimengerti isi bukunya..tapi ternyata nggak susah sama sekali…covernya minimalis, judulnya minimalis, kalimat-kalimat di dalamnya juga minimalis tapi dalam maknanya.
Berkisah tentang awal kehidupan Siddhartha, yang terlahir sebagai pangeran, ibunya, Ratu Maya, meninggal tak lama setelah melahirkan Siddhartha. Ayah Siddharta, Raja Suddhodana, diberitahu oleh seorang peramal bernama Asita, bahwa anaknya ini tidak akan menjadi penguasa kerajaan, melainkan lebih memilih jalan takdirnya yang lain, menguasai dirinya sendiri menjadi pertapa sampai menjadi Buddha.
Suddodhana yang tidak terima atas ramalan ini, bertekad keras dengan cara-caranya sendiri, untuk mengungkung dan mendidik Siddharta agar menjadi sosok penguasa sesuai yang diinginkannya. menurut sang peramal agar Siddharta tidak melihat 4 macam peristiwa yaitu orang tua, orang sakit, orang mati, pertapa. dan karenanya Siddharta tidak boleh keluar sama sekali dari istana, tidak diijinkan melihat penderitaan, kemiskinan, dll. Namun seiring berjalannya waktu, dan si setan Mara yang tak bosan-bosannya mengganggu Siddhartha, baik lewat penampakan-penampakan maupun melalui sepupu sekaligus rival utama Siddharta, bernama Devadatta, juga tekanan terus menerus dari ayahnya, menjadikan Siddhartha ingin lepas dari segala kondisi yang menghimpitnya selama ini. Ia ingin menentukan nasibnya sendiri, akhirnya ia berhasil melarikan diri dari istana, meninggalkan istri dan anaknya, menjalani kehidupan sebagai pertapa untuk mencari pencerahan batin.
Berganti nama menjadi Gautama, ia berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain, bertemu dan berguru pada orang-orang yang dikiranya, bisa memberikan jawaban atas apa yang dicarinya selama ini, namun ternyata semuanya nihil, tidak menghasilkan apa-apa, malah menjadikannya semakin kabur dan tak yakin akan segala sesuatu yang dipercayainya selama ini.. Hampir saja menyerah, setelah satu demi satu pertapa yang mengikutinya juga mulai meninggalkannya, namun pada akhirnya ia berhasil mencapai kebebasan jiwa, mengalahkan sang Setan, berhasil melepaskan diri dari nafsu-nafsu dunia, sekaligus bermetamorfosis sebagai sang Buddha.
Di epilog buku ini juga dituliskan tentang 8 jalan utama yang menjadi poros ajaran Buddhisme, juga ada ringkasan tentang “seni tidak berbuat”, pedoman praktis agama Buddha.
Judul Buku : Buddha
Pengarang : Deepak Chopra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, April 2008
Jumlah Hal : 400 hal.