Begitu saya terinspirasi setelah berkunjung ke blognya temanku dan aku membaca postingannya tentang cafe, sebenarnya kata cafe tidaklah istimewa dan terkesan sudah sangat biasa-biasa saja tohhh sudah sangat familier atau accustomed dengan bahasa cafe’ tetapi menjadi sangat berbeda ketika cafe yang dimaksud adalah cafe-cafe di bali, yg orang bali… pastinya nich “You Now That” lahhh
2th yg lalu bahkan sampai th kemarin jika doi meminta ijin mau pergi ke cafe sama teman-temannya, aku sich ok ajah lah toh aku disini juga berbuat hal yg sama yaitu aku suka juga heng out sama teman-temanku ataupun seorang diri kecafe dengan memesan secangkir cappunico aku duduk manis dan ngeblog atau aktifitas apa saja bisa di lakukan di cafe hanya sekedar ngobrol dengan teman-teman / nongkrong, meeting dengan relasi, ataukah melepas kepenatan sepulang dari kantor sambil menunggu kemacetan.
Semua berjalan dengan lancar apa lagi doi juga sering meminta ijin ke karaoke karena kata doi nich cafe-cafe di bali jadi satu dengan karaoke, ohhhh aku sich masih ok-ok saja yachh karena itu tadi aku juga disini seringkali pergi kekaraoke sama teman-temanku atau kah sama ortu ke family karaoke lahh. kan disini ada byk karoke keluarga mulai inul vista dsb bahkan dulu sebelum ada inul aku dan keluarga udah sering pergi ke nav atau happy papi dan masih byk lagi karaoke keluarga.
Sungguhpun ga ada terbersit pikiran yg aneh-aneh akan doi dan kawan-kawannya yg suka kekaraoke, yg suka kecafe, yang suka….. masih byk suka, suka, suka yg lainnya. meskipun kalau sudah begitu susah banget di tlp, wach ga pernah diangkat dech alasannya sich hp di silent dan doi lagi asik nyanyi-nyanyi gitu dechhh ok’ aku sich percaya ajah’ karena memang alasannya tersebut masuk akal banget,.
Sampai tibalah waktunya setelah doi dan kawan-kawan menyelesaikan semua pekerjaannya di kantor pergilah mereka ke cafe, wachhh seru nich waktu itu dalam pemikiranku karena aku diperbolehkan ikut sama doi, emmmm pergi lah kami ber 6 hunting nich dari satu cafe ke cafe yg lainnya, dan betapa terkejutnya aku saat itu meskiun begitu pandainya aku menyimpan perasaan yg berkecambuk didalam dadaku, hanya dapat berkata ohhh My God’ jadi selama ini yg dimaksud dengan cafe oleh mereka semua khususnya cowok-cowok BALI adalah “cafe remang-remang” maaf yachhh darling aku harus posting ini
Cafe tersebut jauh dari keindahan, kemewahan, kebersihan, dan apa lagi cafe kok musiknya musik house’ belum lagi asap rokok dan berbagai minuman alkohol udah tau aku ini wong deso’ kantrok katanya tukul, ga minum alkohol dan juga sama sekali tidak menyukai asap rokok karena aku ga merokok, emmmmm tau yg namanya cafe itu seperti ini pastinya dari dulu jika doi meminta ijin kepadaku’ ga akan aku kasi’ alamakkkkk sekarang jika ingat semua itu aku suka tertawa sendiri cafe…cafe… hanya dengan kata yg sama tetapi beda makna, presepsi, beda pengertian, beda market dan beda semuanya lahhh
Ayohhh sekarang bagi cowok-cowok yg suka kecafe’ itu tuhhh’ ngapain ajah yachhh lach wong di cafenya ajah’ ga bisa pesan coffee apalagi cappucino kesukaanku’ so’ kalau katanya nanoe biru cewek cafe juga manusia, emang ga salah sich’ tapi jika doi yg suka kesana dan sekarang katanya sich doi ga lagi-lagi kesana! ayohhhh pastinya salah kan??? emmmm…mmm
)
