ANJURAN :
- Mulailah menganalisa peluang secara sistematis. Yakinlah bahwa Anda menerapkan inovasi pada tempat yang sesuai. Jangan melihat, misalnya, perubahan demografis sebagai peluang untuk suatu proses industri baru.
- Lihat, tanyakan, perhatikan. Berbicaralah dengan para pelanggan. Jangan hanya meriset pasar dan terpana pada angka-angka. Tetapi dapatkan makna yang sesungguhnya dari apa yang mereka kehendaki dengan cara berbincang dengan mereka. “ Inovator yang berhasil menggunakan sisi kanan maupun sisi kiri otak mereka. “
- Agar efektif, inovasi haruslah sederhana dan terfokus. “ Mencoba melakukan lebih banyak dari satu hal yang jelas akan membingungkan orang. Pujian terbesar bagi seorang innovator, yaitu bila berkata, “ Ini jelas. Mengapa tak terpikir oleh saya?”
- Inovasi yang efektif dimulai dari yang kecil. Jangan mencoba merevolusi suatu industri. Pikirkan untuk melakukan sesuatu yang spesifik. Tetap kecil pada awalnya juga memudahkan untuk mengubah dan mengadaptasi sesuai kebutuhan.
- Bagaimanapun, tujuan inovasi Anda pada kepemimpinan. “Bila suatu inovasi sejak awal tidak bertujuan pada kepemimpinan, kecil peluang untuk menjadi cukup inovatif, dan karena itu kecil peluang akan mampu memapankan diri.”
LARANGAN :
- Yang pertama adalah jangan berusaha menjadi pintar. Inovasi harus ditangani oleh manusia biasa, dan apabila akan mencapai suatu ukuran penting pun, oleh orang tolol atau hampir tolol. Bagaimanapun, inkompetensi merupakan satu-satunya hal yang melimpah dan merupakan suplai yang tak pernah habis. Setiap yang terlalu pintar, dalam desain atau dalam pelaksanaan, hamper pasti akan gagal.
- Jangan melakukan diversifikasi, jangan memecah-mecahnya, jangan melakukan terlalu banyak hal sekaligus. Tentu saja ini adalah kata lain dari “perintah” : Berfokuslah! Inovasi yang tersesat dari intinya kemungkinan besar menjadi terserak, tetap menjadi gagasan dan tidak pernah menjadi inovasi…”
- Akhirnya, jangan melakukan inovasi untuk masa yang akan datang. Berinovasilah untuk waktu sekarang ini!” Drucker menunjukkan bahwa inovasi tidak mensyaratkan teknologi atau pengetahuan, tetapi, diatas segalanya, pengetahuan pasar, yang “memasok suatu inti yang lebih baik dalam tiap usaha, baik bisnis atau lembaga pelayanan masyarakat, ketimbang pengetahuan atau teknologi.” Ia melanjutkan bahwa, “Bila inovasi itu tidak dapat segera diterapkan, inovasi itu ibarat gambar dalam buku catatan Leonardo da Vinci - suatu “gagasan cemerlang.
- Dan yang terakhir, inovasi memiliki pengaruh dalam ekonomi dan masyarakat, perubahan dalam perilaku para pelanggan, atau guru, atau petani, atau dokter mata – atau manusia pada umumnya. Atau, perubahan dalam suatu proses – yakni. Dalam cara orang bekerja dan menghasilkan sesuatu.
Maka inovasi harus selalu dekat ke pasar, terfokus pada pasar, benar-benar mendorong pasar.”